Jumat, 18 Januari 2013

AKU, KAMU DAN KITA :)

          Sorotan mata itu, yang selalu mampu membuatku luluh akan tentang setiap detail dirinya. Entah, aku tak tahu mengapa rasa ini selalu menghantuiku. Ya, kita memang sudah dari dulu kenal. Tapi baru kali ini kita bisa mengenal satu sama lain lebih; dekat.
          Aku sendiri juga tak tahu, mengapa kita bisa sedekat ini. Entah di sengaja atau tidak, atau mungkin juga takdir. Aku pun tak tahu. Dulu, saat pertama kali dekat. Kamu sering menanyakan kepadaku apa tugas sekolah untuk besok. Dan lama-kelamaan kita tak hanya membahas tentang masalah tugas, tapi juga hal lain yang membuat kita semakin dekat.
         Lambat laun, kita tak hanya saling dekat. Tapi juga saling memanggil dengan sebutan, ya bisa dibilang seperti "adek dan kakak". Ya mungkin itu memang terlihat seperti biasa. Tapi tak hanya itu saja, kau juga sangat perhatian sekali padaku. Dulu kau tak pernah begitu, kau sangat cuek dan tak peduli kepada siapapun. Tapi mengapa saat itu beda? Ya itulah juga yang membuatku semakin.....
         Lama-kelamaan, temanku tahu bahwa kita sudah dekat. Hampir semua anak pun tahu dan sering memojokkan kita. Aku pun sudah bersikap biasa dan seolah tak mengerti apa yang terjadi. Tapi entah mengapa suatu hari tiba tiba kau malah mengirim sms padaku dan bertanya,

     "Apa ada yang ingin kamu ungkapkan kepadaku?"
saat itu aku merasa bingung, entah apa yang harus aku lakukan. akhirnya aku menjawab,
     "Oh tidak ada, memang kenapa?" jawabku
     "Sudahlah katakan saja, lebih baik kau mengatakannya. Daripada anak-anak terus memojokkan kita dan itu membuatku menjadi penasaran." paksamu padaku.
      Oh, Tuhan. aku tak habis pikir. Mengapa kau bicara begitu padaku. Apa karena anak-anak sudah memojokkan kita dan kau resah dengan semua ini?
     "Sudahlah, memang tidak ada apa-apa kok. Percuma aku mengatakannya, tak ada gunanya." jawabku sinis.
     "Ada gunanya, kan bisa menjadi kenangan waktu sekolah dan tahu kalau ada yang suka aku." jawabnya sombong.
     Oh tidak, saat seperti inilah yang tak aku suka. Ya di balik semua kelebihannya memang dia juga mempunyai kekurangan, tapi ya sudahlah.
     "Percuma saja aku memberitahukannya kepadamu." jawabku tak mengaku.
     "Ayolah beritahukan kepadaku." katamu memaksa lagi.
     Oh Tuhan, apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus mengaku? Aku ingin saja mengaku, tapi aku taku kalau dia sama seperti yang lain yang dulu pernah aku kenal. Menjauh! Ya aku takut dia menjauh! Tapi, baiklah mungkin aku akan mencoba (lagi) kali ini/
     "Ya aku suka kepadamu." jawabku tanpa berpikir panjang.
     Bodoh, bodoh, bodoh. Apa yang telah aku lakukan Tuhan.
     "Oh, ya sudah?"jawabnya singkat
     "Iya. Sudah puaskah anda membuat saya begini?" kataku sedih
     "Maaf, tapi aku memang tidak mengerti apa itu cinta. Jadi jangan terlalu berharap padaku." katamu.
     "Memang, siapa yang akan berharap lebih padamu?" kataku tak mau mengalah.
     "Oh syukurlah." jawabnya
     "Iya." kataku singkat.
                                                ***
          Entah Tuhan, tadi malam aku bermimpi apa. Sampai-sampai aku mengalami hal seprti ini. Memang ini sudah terbiasa bagiku, tapi kali ini berbeda. Kita teman satu kelas Tuhan. Lalu apa yang akan terjadi besok setelah kita mengalami hal seperti ini? Apa akan menjadi teman seperti biasa? Atau malah menjauh satu sama lain? Semoga tidak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar