Senin, 04 Maret 2013

Rindu :)

Rintik hujan...
Masih saja setia membasahi bumi
Seakan tak pernah lelah
Mengalunkan sebuah simphoni

Air-air itu...
Masih saja terus berjatuhan
Memaksaku kembali untuk mengingat seseorang
Yang mungkin telah lama menghilang

Sosoknya nyata...
Tapi tak bisa ku genggam
Bukan karena aku tak bisa memilikinya
Tetapi dia sudah pergi sangat jauh disana

Kau yang dulu pernah disampingku
Selalu ada untukku
Menemani dan menyanyangiku
Begitu juga diriku

Sekarang...
Ingin ku lepas rinduku
Memeluk batu nisanmu
Dan menabur bunga untukmu

Minggu, 24 Februari 2013

KECEWA~

Tak ada yang berusaha mendengarku
Seorang pun, tak ada
Padahal sudah ku coba mendengar
Mendengar setiap kata yang terlontar dari bibir orang

     Namun, pada akhirnya
     Tetap saja tak ada yang memperdulikanku

Ingin ku marah, ingin ku teriak
Tapi apa daya ku tak bisa
Ingin ku menangis, ingin ku menjerit
Tuk katakan pada dunia, hati kecilku tlah merintih

     Lelah sudah hati ini harus memendamnya
     Tak tahu lagi pada siapa aku harus bercerita
     Menceritakan segala yang telah ku rasakan
     Hingga tanpa ada sedikit pun, air mata

KAMU :)

Tatapan dan sorot mata itu
Yang selalu mampu
Membuatku hanyut
Dalam setiap detail yang ada pada dirinya

     Entah mengapa
     Aku bisa menggilaimu
     Itu terjadi begitu saja
     Tanpa ada alasan

Mungkin kau tak pernah tahu
Aku diam-diam selalu memperhatikan setiap gerakmu
Dalam keramaian, selalu ku curi pandangan
Untuk sekali kali melirik dan melihatmu

SEPI~

Sepi hati ini dalam keramaian
Entah mengapa aku merasa jatuh terlalu dalam
Jauh ke dalam ruang lorong dan waktu
Hingga tak menyadari ada orang-orang di sekitarku

     Sepi hati ini, diam dan dingin
     Entah mengapa aku tak merasa ada sebuah kebahagiaan
     Ynag membuatku bisa tersenyum lepas
     Karena mungkin, aku terlalu hanyut dalam semua khayalanku

Aku berharap ada seseorang yang dapat menarikku
Menarikku dari mimpi semu
Dari semua khayalan tinggiku
Dari semua kesendirianku ini

     Aku percaya Tuhan tidak pernah meninggalkanku
     Ia masih sayang dan cinta padaku
     Aku pun tahu, Ia tidak akan membiarkanku tidur terlalu lama
     Hingga tak menyadari ada kehidupan di sini

Walalu sudah sekian lama ku menani
Berusaha berjalan menyusuri waktu
Aku yakin Tuhan akan memberiku seseorang
Yang bisa membawa kedamaian untuk selamanya

Menunggu

Dalam hening kita membisu
Aku tahu, kau sedang ingin mengatakan sesuatu
Tapi aku tak tahu, apa itu

     Dalam hening kita diam
     Tak berbuat apapun
     Kecuali hanya saling menatap

Dalam hening waktu seakan beku
Berhenti dalam sebuah ruang kosong
Bagaikan patung, itulah kita

     Ingin mengatakan, tapi sulit
     Ingin mengungkapkan, tapi tak mampu
     Ingin menjelaskan, tapi tak cukup nyali untuk melakukannya

Aku tak tahu, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk ini
Bagaikan usaha yang sia-sia
Semua tak ada yang berani tuk memulai
Satu pun, tak ada

     Ku coba putuskan untuk tetap menunggu
     Menunggu apa yang terjadi selanjutnya
     Karena bagiku, biarlah Tuhan yang menjawabnya
     Dan biarlah waktu yang akan membuktikannya

KITA :)

Akan selalu kurindukan saat itu
Saat dimana hanya kita berdua
Seakan berjalan menyusuri waktu
Saling bertatapan, tak peduli apapun di sekitar kita

        Kau membelai halus rambutku
        Membawaku hanyut ke dalam pelukan hangatmu
        Namun, hanya Tuhan bintang dan bulan yang melihat kita saat itu
        Duduk berdua, menikmati angin malam

Membisu satu dengan yang lain dalam keheningan
Tapi ku tahu, saat itu hanyalah hati kita yang sedang berbicara
Bicara tentang cinta
Bicara tentang aku, kamu dan kita

LELAH~

Perasaan ini sungguh menekanku
Ku lelah, Ku rapuh
Telah ku coba untuk mengerti
Hingga tak ku pedulikan luka yang menjeratku

          Apa pernah ada yang berusaha memahamiku?
          Apa pernah ada yang berusaha mengerti diriku?
          Oh, kurasa tidak!
          Dan tak akan pernah ada!

Senin, 11 Februari 2013

Sherina – Simfoni Hitam


Malam sunyi ku impikanmu
Ku lukiskan kita bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu

Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu

Reff:
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
‘kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu

Repeat reff

Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu

Repeat reff

Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Jumat, 01 Februari 2013

Langit :)

Langit, apakah ada yang mendengarku?
Mengapa aku merasa asing disini?
Tak ada yang peduli, tak ada yang mengerti.
Apalagi untuk sekedar mendengarku.

Langit, adakah yang bisa mendengarku?
Mendengar setiap jeritan isi hatiku.
Ingin ku menangis, ingin ku berteriak.
Meluapkan segala rasa yang telah lama aku pendam.

Langit, bisakah kau mendengarku?
Bisakah kali ini kau menjadi temanku?
Menemani dan mendengar semua keluh kesahku.
Hingga akhirnya aku bisa merasakan apa itu namanya kelegaan.

Rabu, 23 Januari 2013

Harapan :)

Apakah aku masih bisa terbangun dari tidurku?
Apakah aku masih bisa melihatnya indahnya matahari terbit?
Apakah aku masih bisa melihat indahnya pelangi setelah hujan?
Apakah aku masih bisa melihat senyum indah orang-orang disekitarku?

Apakah aku masih bisa mendengar burung-burung bernyanyi?
Apakah aku masih bisa mendengar tangisan orang-orang yang membutuhkanku?
Apakah aku masih bisa mendengar omelan orang tuaku?
Apakah aku masih bisa mendengar tawa canda sahabat-sahabatku?

Apakah aku masih bisa mencium segarnya udara dipagi hari?
Apakah aku masih bisa mencium harumnya wangi bunga-bunga ditaman?
Apakah aku masih bisa mencium pipi kanan-kiri mama papaku?
Apakah aku masih bisa mencium sedapnya masakan mama aku?

Dan apakah semua itu masih dapat aku rasakan, jika kelak aku telah tiada?
Jika kelak aku tak ada didunia ini?
Apakah Tuhan akan mengizinkanku untuk menikmati itu sekali lagi walau hanya untuk sebentar saja?
Aku tak tahu, dan tak kan pernah tahu.
Karena, biarlah Tuhan dan waktu saja yang dapat menjawab semuanya:)

TUHAN AJARI AKU :)


Tuhan, ajarku untuk selalu mensyukuri apa yang telah Kau beri.
Tuhan, ajarku untuk selalu tersenyum walau hati berkata tak mampu.
Tuhan, ajarku untuk untuk dapat bangkit berdiri meski ku t'lah jatuh.

Tuhan jika memang semua ini rencanaMu.
Ajarku untuk dapat menerima dan menjalani semua ini, Tuhan.
Ku tahu, kau tak kan pernah meninggalkanku.
Meninggalkan aku yang sepi sendiri disini.

Entah Tuhan mengapa aku merasa kesepian.
Padahal aku terjebak dalam keramaian.
Aku tak tahu Tuhan.
Apa yang dapat aku perbuat lagi.

Ingin rasanya aku menjadi seekor burung.
Burung yang dapat terbang bebas ke angkasa.
Ingin rasanya aku menjadi seekor putri duyung.
Putri duyung yang dapat berenang sesuka hatinya dari permukaan hingga ke dasar laut.

Tapi mengapa Tuhan, aku merasa diriku hanya menjadi seekor ulat kecil yang tak berguna yang belum mengerti arti hidupnya?
Namun aku yakin Tuhan, kelak suatu saat nanti aku dapat menjadi sesuatu yang indah yang dapat membuat orang kagum dan bangga padaku walau aku hanya seekor ulat kecil.

Kamu :)

Salahkah bila aku mencintaimu
Salahkah bila aku mengagumimu
Salahkah bial aku menyanyangimu
Dan salahkah aku selalu memikirkanmu

Pantaskah rasa ini untukmu
Pantaskah aku menyanyangimu
Pantaskah aku selalu merindukanmu
Dan pantaskah aku memilikimu

Aku imgin selalu berada di sampingmu
Aku ingin kau menjadi milikku
Namun sekarang ku tahu
Sekarang ku mengerti

Rasa ini...
Tak mungkin sampai di hatimu
Karna kau sudah menjadi milik orang lain
Karna kau mencintai DIA
Bukan AKU..

Tapi...
Aku ingin kau selalu tau
Aku ingin kau selalu mengerti
Bahwa rasaku ini kan selalu ada untukmu
SEKARANG dan SELAMANYA

Sahabat :)


Apakah kau tahu...
Bagaimana tersiksanya batinku saat ini...
Apakah kau tahu..
Bagaimana tersiksanya hatiku saat ini...

Aku takut, aku bimbang...
Aku ragu, aku menangis...
Aku kecewa dan aku marah...
Itulah yang kurasakan sekarang...

Apakah yang kau tahu...
Tiap malam, aku menangis...
Tiap malam aku berdoa...
Berdoa hanya untukmu...

Aku tak butuh cintamu...
Aku tak butuh kasih sayangmu..
Dan aku tak butuh belas kasihmu..
Yang telah menyakitiku...

Aku mencoba untuk tersenyum...
Walau hati kecilku menangis...
Aku mencoba tersenyum...
Tersenyum untuk sahabat-sahabatku...

Aku tahu...
Merekalah yang menguatkanku...
Marekalah yang menghiburku..
Dan merekalah yang selalu menyemangatiku..

Aku tak mau...
Tak mau membuat mereka kecewa lagi...
Cukup sudah...
Aku terpuruk seperti ini...

Aku ingin bangkit..
Aku ingin melupakan ini semua..
Aku ingin membuka lembaran baru..
Lembaran hidup yang membuatku tetap semangat menghadapi hidup ini...

Terima kasih..
Untuk sahabat-sahabatku...
Karena kalianlah yang membuatku mengerti...
Mangerti arti hidup sebenarnya...

Jumat, 18 Januari 2013

BERBEDA :)

         Hujan, rintik hujan masih membasahi bumi. Tanpa kenal waktu, ia masih setia membasahi airnya ke bumi. Ya, ini malam tahun baru. Tapi bagiku, tetap saja tak ada yang spesial disini. Aku merasa sepi, sunyi dan sendiri. Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing. Termasuk Papa dan Mama. Tak ada yang memperdulikanku. Seorangpun, tak ada!
          Papa sedang sibuk dikamarnya, menengadahkan tangannya. Berdoa mencari-cari Tuhan di langit kamarnya. Sedangkan Mama, sibuk pergi ke tempat ibadahnya; di gereja. Berdoa semalam suntuk sedari pagi tadi. Entah, aku tak mengerti apa yang sedang mereka lakukan. Meminta sesuatu? Kalau aku jadi mereka, pasti aku hanya akan berdoa di tempat tidurku. Melipat tangan dan berdoa kepada Tuhan. Itu saja.
          Ya, kami sekeluarga memang berbeda agama. Papa dan adikku, Rehan memeluk agama Muslim. Sedangkan Mama dan aku, memeluk agama Kristiani. Ya mungkin orang lain akan beranggapan aneh tentang keluargaku. Tapi inilah kami. Mencoba bersatu dalam suatu perbedaan.

                                   ***

          "Kak, mama sama papa kemana sih? Kok gak kelihatan daritadi?" kata adikku yang tiba-tiba ada di dalam kamarku.
           Aku yang sedari tadi duduk termenung di jendela melihat indahnya langit yang sedang dihiasi kembang api, tiba-tiba berbalik badan dan melihat kearah saudaraku ini. Ya sekilas kalau dilihat baik-baik, wajah kita memang sekilas sama. Walau terhalang oleh perbedaan umur 10 tahun. Tapi tetap saja orang-orang menganggap kita ini mirip.
          "Oh, Papa sama Mama? Kalau Papa lagi sibuk tuh dikamarnya. Hemm, kalau Mama lagi ada acara di gereja." jawabku melirik ke arah saudaraku itu.
          "Hem, yayaya. Loh Mama di gereja? Tumben kakak gak ikut?" tanya adikku yang lalu duduk disebelahku.
          "Apa sih kamu. Kakak lagi gak ingin keluar. Lagi badmood." jawabku singkat.
          "Ahh..badmood apa bosan? Sudahlah kak, ikut saja dengan aku dan Papa. Dijamin hidup kakak gak bosen deh." kata adikku sedikit menggoda.
          "Apasih dek, sok dewasa deh. Terserah kakak lah mau ikut agama mana. Kok jadi kamu yang ngatur  sih." jawabku kesal sambil mencubit pipi adikku.

AKU, KAMU DAN KITA :)

          Sorotan mata itu, yang selalu mampu membuatku luluh akan tentang setiap detail dirinya. Entah, aku tak tahu mengapa rasa ini selalu menghantuiku. Ya, kita memang sudah dari dulu kenal. Tapi baru kali ini kita bisa mengenal satu sama lain lebih; dekat.
          Aku sendiri juga tak tahu, mengapa kita bisa sedekat ini. Entah di sengaja atau tidak, atau mungkin juga takdir. Aku pun tak tahu. Dulu, saat pertama kali dekat. Kamu sering menanyakan kepadaku apa tugas sekolah untuk besok. Dan lama-kelamaan kita tak hanya membahas tentang masalah tugas, tapi juga hal lain yang membuat kita semakin dekat.
         Lambat laun, kita tak hanya saling dekat. Tapi juga saling memanggil dengan sebutan, ya bisa dibilang seperti "adek dan kakak". Ya mungkin itu memang terlihat seperti biasa. Tapi tak hanya itu saja, kau juga sangat perhatian sekali padaku. Dulu kau tak pernah begitu, kau sangat cuek dan tak peduli kepada siapapun. Tapi mengapa saat itu beda? Ya itulah juga yang membuatku semakin.....
         Lama-kelamaan, temanku tahu bahwa kita sudah dekat. Hampir semua anak pun tahu dan sering memojokkan kita. Aku pun sudah bersikap biasa dan seolah tak mengerti apa yang terjadi. Tapi entah mengapa suatu hari tiba tiba kau malah mengirim sms padaku dan bertanya,

     "Apa ada yang ingin kamu ungkapkan kepadaku?"
saat itu aku merasa bingung, entah apa yang harus aku lakukan. akhirnya aku menjawab,
     "Oh tidak ada, memang kenapa?" jawabku
     "Sudahlah katakan saja, lebih baik kau mengatakannya. Daripada anak-anak terus memojokkan kita dan itu membuatku menjadi penasaran." paksamu padaku.
      Oh, Tuhan. aku tak habis pikir. Mengapa kau bicara begitu padaku. Apa karena anak-anak sudah memojokkan kita dan kau resah dengan semua ini?
     "Sudahlah, memang tidak ada apa-apa kok. Percuma aku mengatakannya, tak ada gunanya." jawabku sinis.
     "Ada gunanya, kan bisa menjadi kenangan waktu sekolah dan tahu kalau ada yang suka aku." jawabnya sombong.
     Oh tidak, saat seperti inilah yang tak aku suka. Ya di balik semua kelebihannya memang dia juga mempunyai kekurangan, tapi ya sudahlah.
     "Percuma saja aku memberitahukannya kepadamu." jawabku tak mengaku.
     "Ayolah beritahukan kepadaku." katamu memaksa lagi.
     Oh Tuhan, apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus mengaku? Aku ingin saja mengaku, tapi aku taku kalau dia sama seperti yang lain yang dulu pernah aku kenal. Menjauh! Ya aku takut dia menjauh! Tapi, baiklah mungkin aku akan mencoba (lagi) kali ini/
     "Ya aku suka kepadamu." jawabku tanpa berpikir panjang.
     Bodoh, bodoh, bodoh. Apa yang telah aku lakukan Tuhan.
     "Oh, ya sudah?"jawabnya singkat
     "Iya. Sudah puaskah anda membuat saya begini?" kataku sedih
     "Maaf, tapi aku memang tidak mengerti apa itu cinta. Jadi jangan terlalu berharap padaku." katamu.
     "Memang, siapa yang akan berharap lebih padamu?" kataku tak mau mengalah.
     "Oh syukurlah." jawabnya
     "Iya." kataku singkat.
                                                ***
          Entah Tuhan, tadi malam aku bermimpi apa. Sampai-sampai aku mengalami hal seprti ini. Memang ini sudah terbiasa bagiku, tapi kali ini berbeda. Kita teman satu kelas Tuhan. Lalu apa yang akan terjadi besok setelah kita mengalami hal seperti ini? Apa akan menjadi teman seperti biasa? Atau malah menjauh satu sama lain? Semoga tidak.




Rabu, 16 Januari 2013

Tak Tahu~

Tuhan akankah semua begini?
Akankah semua berakhir dengan tangis?
Apa salahku Tuhan, semua menjadi begini?
Apa salah jika kita bersama?
Apa salah jika kita berdekatan?

Jika memang itu salah,
Mengapa Kau mempertemukan kami?
Mengapa Engkau biarkan rasa ini?
Ingin ku tegas!
Tegas pada dirinya maupun diriku sendiri.

Tak ingin rasanya aku jatuh.
Tak ingin rasanya air mata ini mengalir dipipi.
Lalu apa yang harus aku lakukan Tuhan?
Apa masih ada jalan keluar bagiku?

Ingin rasanya ku tutup mata ini sejenak.
Berharap semua ini hilang seketika.
Namun yang terjadi malah berbeda.
Saat ku coba membuka mata, semua malah menjadi kacau.

Oh, Tuhan.
Inikah yang namanya rintangan kehidupan?
Inikah yang namanya lika-liku kehidupan?
Jika benar adanya berilah aku kekuatan.
Beri aku pengharapan.
Tuntun aku ke jalan-Mu Tuhan.
Agar aku tak salah arah dan bisa mejalani semua ini dengan tegar.