Minggu, 24 Februari 2013

KECEWA~

Tak ada yang berusaha mendengarku
Seorang pun, tak ada
Padahal sudah ku coba mendengar
Mendengar setiap kata yang terlontar dari bibir orang

     Namun, pada akhirnya
     Tetap saja tak ada yang memperdulikanku

Ingin ku marah, ingin ku teriak
Tapi apa daya ku tak bisa
Ingin ku menangis, ingin ku menjerit
Tuk katakan pada dunia, hati kecilku tlah merintih

     Lelah sudah hati ini harus memendamnya
     Tak tahu lagi pada siapa aku harus bercerita
     Menceritakan segala yang telah ku rasakan
     Hingga tanpa ada sedikit pun, air mata

KAMU :)

Tatapan dan sorot mata itu
Yang selalu mampu
Membuatku hanyut
Dalam setiap detail yang ada pada dirinya

     Entah mengapa
     Aku bisa menggilaimu
     Itu terjadi begitu saja
     Tanpa ada alasan

Mungkin kau tak pernah tahu
Aku diam-diam selalu memperhatikan setiap gerakmu
Dalam keramaian, selalu ku curi pandangan
Untuk sekali kali melirik dan melihatmu

SEPI~

Sepi hati ini dalam keramaian
Entah mengapa aku merasa jatuh terlalu dalam
Jauh ke dalam ruang lorong dan waktu
Hingga tak menyadari ada orang-orang di sekitarku

     Sepi hati ini, diam dan dingin
     Entah mengapa aku tak merasa ada sebuah kebahagiaan
     Ynag membuatku bisa tersenyum lepas
     Karena mungkin, aku terlalu hanyut dalam semua khayalanku

Aku berharap ada seseorang yang dapat menarikku
Menarikku dari mimpi semu
Dari semua khayalan tinggiku
Dari semua kesendirianku ini

     Aku percaya Tuhan tidak pernah meninggalkanku
     Ia masih sayang dan cinta padaku
     Aku pun tahu, Ia tidak akan membiarkanku tidur terlalu lama
     Hingga tak menyadari ada kehidupan di sini

Walalu sudah sekian lama ku menani
Berusaha berjalan menyusuri waktu
Aku yakin Tuhan akan memberiku seseorang
Yang bisa membawa kedamaian untuk selamanya

Menunggu

Dalam hening kita membisu
Aku tahu, kau sedang ingin mengatakan sesuatu
Tapi aku tak tahu, apa itu

     Dalam hening kita diam
     Tak berbuat apapun
     Kecuali hanya saling menatap

Dalam hening waktu seakan beku
Berhenti dalam sebuah ruang kosong
Bagaikan patung, itulah kita

     Ingin mengatakan, tapi sulit
     Ingin mengungkapkan, tapi tak mampu
     Ingin menjelaskan, tapi tak cukup nyali untuk melakukannya

Aku tak tahu, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk ini
Bagaikan usaha yang sia-sia
Semua tak ada yang berani tuk memulai
Satu pun, tak ada

     Ku coba putuskan untuk tetap menunggu
     Menunggu apa yang terjadi selanjutnya
     Karena bagiku, biarlah Tuhan yang menjawabnya
     Dan biarlah waktu yang akan membuktikannya

KITA :)

Akan selalu kurindukan saat itu
Saat dimana hanya kita berdua
Seakan berjalan menyusuri waktu
Saling bertatapan, tak peduli apapun di sekitar kita

        Kau membelai halus rambutku
        Membawaku hanyut ke dalam pelukan hangatmu
        Namun, hanya Tuhan bintang dan bulan yang melihat kita saat itu
        Duduk berdua, menikmati angin malam

Membisu satu dengan yang lain dalam keheningan
Tapi ku tahu, saat itu hanyalah hati kita yang sedang berbicara
Bicara tentang cinta
Bicara tentang aku, kamu dan kita

LELAH~

Perasaan ini sungguh menekanku
Ku lelah, Ku rapuh
Telah ku coba untuk mengerti
Hingga tak ku pedulikan luka yang menjeratku

          Apa pernah ada yang berusaha memahamiku?
          Apa pernah ada yang berusaha mengerti diriku?
          Oh, kurasa tidak!
          Dan tak akan pernah ada!

Senin, 11 Februari 2013

Sherina – Simfoni Hitam


Malam sunyi ku impikanmu
Ku lukiskan kita bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu

Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu

Reff:
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
‘kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu

Repeat reff

Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu

Repeat reff

Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Jumat, 01 Februari 2013

Langit :)

Langit, apakah ada yang mendengarku?
Mengapa aku merasa asing disini?
Tak ada yang peduli, tak ada yang mengerti.
Apalagi untuk sekedar mendengarku.

Langit, adakah yang bisa mendengarku?
Mendengar setiap jeritan isi hatiku.
Ingin ku menangis, ingin ku berteriak.
Meluapkan segala rasa yang telah lama aku pendam.

Langit, bisakah kau mendengarku?
Bisakah kali ini kau menjadi temanku?
Menemani dan mendengar semua keluh kesahku.
Hingga akhirnya aku bisa merasakan apa itu namanya kelegaan.