Tak ada yang berusaha mendengarku
Seorang pun, tak ada
Padahal sudah ku coba mendengar
Mendengar setiap kata yang terlontar dari bibir orang
Namun, pada akhirnya
Tetap saja tak ada yang memperdulikanku
Ingin ku marah, ingin ku teriak
Tapi apa daya ku tak bisa
Ingin ku menangis, ingin ku menjerit
Tuk katakan pada dunia, hati kecilku tlah merintih
Lelah sudah hati ini harus memendamnya
Tak tahu lagi pada siapa aku harus bercerita
Menceritakan segala yang telah ku rasakan
Hingga tanpa ada sedikit pun, air mata
Minggu, 24 Februari 2013
KAMU :)
Tatapan dan sorot mata itu
Yang selalu mampu
Membuatku hanyut
Dalam setiap detail yang ada pada dirinya
Entah mengapa
Aku bisa menggilaimu
Itu terjadi begitu saja
Tanpa ada alasan
Mungkin kau tak pernah tahu
Aku diam-diam selalu memperhatikan setiap gerakmu
Dalam keramaian, selalu ku curi pandangan
Untuk sekali kali melirik dan melihatmu
Yang selalu mampu
Membuatku hanyut
Dalam setiap detail yang ada pada dirinya
Entah mengapa
Aku bisa menggilaimu
Itu terjadi begitu saja
Tanpa ada alasan
Mungkin kau tak pernah tahu
Aku diam-diam selalu memperhatikan setiap gerakmu
Dalam keramaian, selalu ku curi pandangan
Untuk sekali kali melirik dan melihatmu
SEPI~
Sepi hati ini dalam keramaian
Entah mengapa aku merasa jatuh terlalu dalam
Jauh ke dalam ruang lorong dan waktu
Hingga tak menyadari ada orang-orang di sekitarku
Sepi hati ini, diam dan dingin
Entah mengapa aku tak merasa ada sebuah kebahagiaan
Ynag membuatku bisa tersenyum lepas
Karena mungkin, aku terlalu hanyut dalam semua khayalanku
Aku berharap ada seseorang yang dapat menarikku
Menarikku dari mimpi semu
Dari semua khayalan tinggiku
Dari semua kesendirianku ini
Aku percaya Tuhan tidak pernah meninggalkanku
Ia masih sayang dan cinta padaku
Aku pun tahu, Ia tidak akan membiarkanku tidur terlalu lama
Hingga tak menyadari ada kehidupan di sini
Walalu sudah sekian lama ku menani
Berusaha berjalan menyusuri waktu
Aku yakin Tuhan akan memberiku seseorang
Yang bisa membawa kedamaian untuk selamanya
Entah mengapa aku merasa jatuh terlalu dalam
Jauh ke dalam ruang lorong dan waktu
Hingga tak menyadari ada orang-orang di sekitarku
Sepi hati ini, diam dan dingin
Entah mengapa aku tak merasa ada sebuah kebahagiaan
Ynag membuatku bisa tersenyum lepas
Karena mungkin, aku terlalu hanyut dalam semua khayalanku
Aku berharap ada seseorang yang dapat menarikku
Menarikku dari mimpi semu
Dari semua khayalan tinggiku
Dari semua kesendirianku ini
Aku percaya Tuhan tidak pernah meninggalkanku
Ia masih sayang dan cinta padaku
Aku pun tahu, Ia tidak akan membiarkanku tidur terlalu lama
Hingga tak menyadari ada kehidupan di sini
Walalu sudah sekian lama ku menani
Berusaha berjalan menyusuri waktu
Aku yakin Tuhan akan memberiku seseorang
Yang bisa membawa kedamaian untuk selamanya
Menunggu
Dalam hening kita membisu
Aku tahu, kau sedang ingin mengatakan sesuatu
Tapi aku tak tahu, apa itu
Dalam hening kita diam
Tak berbuat apapun
Kecuali hanya saling menatap
Dalam hening waktu seakan beku
Berhenti dalam sebuah ruang kosong
Bagaikan patung, itulah kita
Ingin mengatakan, tapi sulit
Ingin mengungkapkan, tapi tak mampu
Ingin menjelaskan, tapi tak cukup nyali untuk melakukannya
Aku tak tahu, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk ini
Bagaikan usaha yang sia-sia
Semua tak ada yang berani tuk memulai
Satu pun, tak ada
Ku coba putuskan untuk tetap menunggu
Menunggu apa yang terjadi selanjutnya
Karena bagiku, biarlah Tuhan yang menjawabnya
Dan biarlah waktu yang akan membuktikannya
Aku tahu, kau sedang ingin mengatakan sesuatu
Tapi aku tak tahu, apa itu
Dalam hening kita diam
Tak berbuat apapun
Kecuali hanya saling menatap
Dalam hening waktu seakan beku
Berhenti dalam sebuah ruang kosong
Bagaikan patung, itulah kita
Ingin mengatakan, tapi sulit
Ingin mengungkapkan, tapi tak mampu
Ingin menjelaskan, tapi tak cukup nyali untuk melakukannya
Aku tak tahu, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk ini
Bagaikan usaha yang sia-sia
Semua tak ada yang berani tuk memulai
Satu pun, tak ada
Ku coba putuskan untuk tetap menunggu
Menunggu apa yang terjadi selanjutnya
Karena bagiku, biarlah Tuhan yang menjawabnya
Dan biarlah waktu yang akan membuktikannya
KITA :)
Akan selalu kurindukan saat itu
Saat dimana hanya kita berdua
Seakan berjalan menyusuri waktu
Saling bertatapan, tak peduli apapun di sekitar kita
Kau membelai halus rambutku
Membawaku hanyut ke dalam pelukan hangatmu
Namun, hanya Tuhan bintang dan bulan yang melihat kita saat itu
Duduk berdua, menikmati angin malam
Membisu satu dengan yang lain dalam keheningan
Tapi ku tahu, saat itu hanyalah hati kita yang sedang berbicara
Bicara tentang cinta
Bicara tentang aku, kamu dan kita
Saat dimana hanya kita berdua
Seakan berjalan menyusuri waktu
Saling bertatapan, tak peduli apapun di sekitar kita
Kau membelai halus rambutku
Membawaku hanyut ke dalam pelukan hangatmu
Namun, hanya Tuhan bintang dan bulan yang melihat kita saat itu
Duduk berdua, menikmati angin malam
Membisu satu dengan yang lain dalam keheningan
Tapi ku tahu, saat itu hanyalah hati kita yang sedang berbicara
Bicara tentang cinta
Bicara tentang aku, kamu dan kita
LELAH~
Perasaan ini sungguh menekanku
Ku lelah, Ku rapuh
Telah ku coba untuk mengerti
Hingga tak ku pedulikan luka yang menjeratku
Ku lelah, Ku rapuh
Telah ku coba untuk mengerti
Hingga tak ku pedulikan luka yang menjeratku
Apa pernah ada yang berusaha memahamiku?
Apa pernah ada yang berusaha mengerti diriku?
Oh, kurasa tidak!
Dan tak akan pernah ada!
Senin, 11 Februari 2013
Sherina – Simfoni Hitam
Malam sunyi ku impikanmu
Ku lukiskan kita bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
Ku lukiskan kita bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
Reff:
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
‘kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
‘kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
Repeat reff
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu
Dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu
Repeat reff
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Jumat, 01 Februari 2013
Langit :)
Langit, apakah ada yang mendengarku?
Mengapa aku merasa asing disini?
Tak ada yang peduli, tak ada yang mengerti.
Apalagi untuk sekedar mendengarku.
Langit, adakah yang bisa mendengarku?
Mendengar setiap jeritan isi hatiku.
Ingin ku menangis, ingin ku berteriak.
Meluapkan segala rasa yang telah lama aku pendam.
Langit, bisakah kau mendengarku?
Bisakah kali ini kau menjadi temanku?
Menemani dan mendengar semua keluh kesahku.
Hingga akhirnya aku bisa merasakan apa itu namanya kelegaan.
Mengapa aku merasa asing disini?
Tak ada yang peduli, tak ada yang mengerti.
Apalagi untuk sekedar mendengarku.
Langit, adakah yang bisa mendengarku?
Mendengar setiap jeritan isi hatiku.
Ingin ku menangis, ingin ku berteriak.
Meluapkan segala rasa yang telah lama aku pendam.
Langit, bisakah kau mendengarku?
Bisakah kali ini kau menjadi temanku?
Menemani dan mendengar semua keluh kesahku.
Hingga akhirnya aku bisa merasakan apa itu namanya kelegaan.
Langganan:
Postingan (Atom)