Rabu, 23 Januari 2013

Harapan :)

Apakah aku masih bisa terbangun dari tidurku?
Apakah aku masih bisa melihatnya indahnya matahari terbit?
Apakah aku masih bisa melihat indahnya pelangi setelah hujan?
Apakah aku masih bisa melihat senyum indah orang-orang disekitarku?

Apakah aku masih bisa mendengar burung-burung bernyanyi?
Apakah aku masih bisa mendengar tangisan orang-orang yang membutuhkanku?
Apakah aku masih bisa mendengar omelan orang tuaku?
Apakah aku masih bisa mendengar tawa canda sahabat-sahabatku?

Apakah aku masih bisa mencium segarnya udara dipagi hari?
Apakah aku masih bisa mencium harumnya wangi bunga-bunga ditaman?
Apakah aku masih bisa mencium pipi kanan-kiri mama papaku?
Apakah aku masih bisa mencium sedapnya masakan mama aku?

Dan apakah semua itu masih dapat aku rasakan, jika kelak aku telah tiada?
Jika kelak aku tak ada didunia ini?
Apakah Tuhan akan mengizinkanku untuk menikmati itu sekali lagi walau hanya untuk sebentar saja?
Aku tak tahu, dan tak kan pernah tahu.
Karena, biarlah Tuhan dan waktu saja yang dapat menjawab semuanya:)

TUHAN AJARI AKU :)


Tuhan, ajarku untuk selalu mensyukuri apa yang telah Kau beri.
Tuhan, ajarku untuk selalu tersenyum walau hati berkata tak mampu.
Tuhan, ajarku untuk untuk dapat bangkit berdiri meski ku t'lah jatuh.

Tuhan jika memang semua ini rencanaMu.
Ajarku untuk dapat menerima dan menjalani semua ini, Tuhan.
Ku tahu, kau tak kan pernah meninggalkanku.
Meninggalkan aku yang sepi sendiri disini.

Entah Tuhan mengapa aku merasa kesepian.
Padahal aku terjebak dalam keramaian.
Aku tak tahu Tuhan.
Apa yang dapat aku perbuat lagi.

Ingin rasanya aku menjadi seekor burung.
Burung yang dapat terbang bebas ke angkasa.
Ingin rasanya aku menjadi seekor putri duyung.
Putri duyung yang dapat berenang sesuka hatinya dari permukaan hingga ke dasar laut.

Tapi mengapa Tuhan, aku merasa diriku hanya menjadi seekor ulat kecil yang tak berguna yang belum mengerti arti hidupnya?
Namun aku yakin Tuhan, kelak suatu saat nanti aku dapat menjadi sesuatu yang indah yang dapat membuat orang kagum dan bangga padaku walau aku hanya seekor ulat kecil.

Kamu :)

Salahkah bila aku mencintaimu
Salahkah bila aku mengagumimu
Salahkah bial aku menyanyangimu
Dan salahkah aku selalu memikirkanmu

Pantaskah rasa ini untukmu
Pantaskah aku menyanyangimu
Pantaskah aku selalu merindukanmu
Dan pantaskah aku memilikimu

Aku imgin selalu berada di sampingmu
Aku ingin kau menjadi milikku
Namun sekarang ku tahu
Sekarang ku mengerti

Rasa ini...
Tak mungkin sampai di hatimu
Karna kau sudah menjadi milik orang lain
Karna kau mencintai DIA
Bukan AKU..

Tapi...
Aku ingin kau selalu tau
Aku ingin kau selalu mengerti
Bahwa rasaku ini kan selalu ada untukmu
SEKARANG dan SELAMANYA

Sahabat :)


Apakah kau tahu...
Bagaimana tersiksanya batinku saat ini...
Apakah kau tahu..
Bagaimana tersiksanya hatiku saat ini...

Aku takut, aku bimbang...
Aku ragu, aku menangis...
Aku kecewa dan aku marah...
Itulah yang kurasakan sekarang...

Apakah yang kau tahu...
Tiap malam, aku menangis...
Tiap malam aku berdoa...
Berdoa hanya untukmu...

Aku tak butuh cintamu...
Aku tak butuh kasih sayangmu..
Dan aku tak butuh belas kasihmu..
Yang telah menyakitiku...

Aku mencoba untuk tersenyum...
Walau hati kecilku menangis...
Aku mencoba tersenyum...
Tersenyum untuk sahabat-sahabatku...

Aku tahu...
Merekalah yang menguatkanku...
Marekalah yang menghiburku..
Dan merekalah yang selalu menyemangatiku..

Aku tak mau...
Tak mau membuat mereka kecewa lagi...
Cukup sudah...
Aku terpuruk seperti ini...

Aku ingin bangkit..
Aku ingin melupakan ini semua..
Aku ingin membuka lembaran baru..
Lembaran hidup yang membuatku tetap semangat menghadapi hidup ini...

Terima kasih..
Untuk sahabat-sahabatku...
Karena kalianlah yang membuatku mengerti...
Mangerti arti hidup sebenarnya...

Jumat, 18 Januari 2013

BERBEDA :)

         Hujan, rintik hujan masih membasahi bumi. Tanpa kenal waktu, ia masih setia membasahi airnya ke bumi. Ya, ini malam tahun baru. Tapi bagiku, tetap saja tak ada yang spesial disini. Aku merasa sepi, sunyi dan sendiri. Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing. Termasuk Papa dan Mama. Tak ada yang memperdulikanku. Seorangpun, tak ada!
          Papa sedang sibuk dikamarnya, menengadahkan tangannya. Berdoa mencari-cari Tuhan di langit kamarnya. Sedangkan Mama, sibuk pergi ke tempat ibadahnya; di gereja. Berdoa semalam suntuk sedari pagi tadi. Entah, aku tak mengerti apa yang sedang mereka lakukan. Meminta sesuatu? Kalau aku jadi mereka, pasti aku hanya akan berdoa di tempat tidurku. Melipat tangan dan berdoa kepada Tuhan. Itu saja.
          Ya, kami sekeluarga memang berbeda agama. Papa dan adikku, Rehan memeluk agama Muslim. Sedangkan Mama dan aku, memeluk agama Kristiani. Ya mungkin orang lain akan beranggapan aneh tentang keluargaku. Tapi inilah kami. Mencoba bersatu dalam suatu perbedaan.

                                   ***

          "Kak, mama sama papa kemana sih? Kok gak kelihatan daritadi?" kata adikku yang tiba-tiba ada di dalam kamarku.
           Aku yang sedari tadi duduk termenung di jendela melihat indahnya langit yang sedang dihiasi kembang api, tiba-tiba berbalik badan dan melihat kearah saudaraku ini. Ya sekilas kalau dilihat baik-baik, wajah kita memang sekilas sama. Walau terhalang oleh perbedaan umur 10 tahun. Tapi tetap saja orang-orang menganggap kita ini mirip.
          "Oh, Papa sama Mama? Kalau Papa lagi sibuk tuh dikamarnya. Hemm, kalau Mama lagi ada acara di gereja." jawabku melirik ke arah saudaraku itu.
          "Hem, yayaya. Loh Mama di gereja? Tumben kakak gak ikut?" tanya adikku yang lalu duduk disebelahku.
          "Apa sih kamu. Kakak lagi gak ingin keluar. Lagi badmood." jawabku singkat.
          "Ahh..badmood apa bosan? Sudahlah kak, ikut saja dengan aku dan Papa. Dijamin hidup kakak gak bosen deh." kata adikku sedikit menggoda.
          "Apasih dek, sok dewasa deh. Terserah kakak lah mau ikut agama mana. Kok jadi kamu yang ngatur  sih." jawabku kesal sambil mencubit pipi adikku.

AKU, KAMU DAN KITA :)

          Sorotan mata itu, yang selalu mampu membuatku luluh akan tentang setiap detail dirinya. Entah, aku tak tahu mengapa rasa ini selalu menghantuiku. Ya, kita memang sudah dari dulu kenal. Tapi baru kali ini kita bisa mengenal satu sama lain lebih; dekat.
          Aku sendiri juga tak tahu, mengapa kita bisa sedekat ini. Entah di sengaja atau tidak, atau mungkin juga takdir. Aku pun tak tahu. Dulu, saat pertama kali dekat. Kamu sering menanyakan kepadaku apa tugas sekolah untuk besok. Dan lama-kelamaan kita tak hanya membahas tentang masalah tugas, tapi juga hal lain yang membuat kita semakin dekat.
         Lambat laun, kita tak hanya saling dekat. Tapi juga saling memanggil dengan sebutan, ya bisa dibilang seperti "adek dan kakak". Ya mungkin itu memang terlihat seperti biasa. Tapi tak hanya itu saja, kau juga sangat perhatian sekali padaku. Dulu kau tak pernah begitu, kau sangat cuek dan tak peduli kepada siapapun. Tapi mengapa saat itu beda? Ya itulah juga yang membuatku semakin.....
         Lama-kelamaan, temanku tahu bahwa kita sudah dekat. Hampir semua anak pun tahu dan sering memojokkan kita. Aku pun sudah bersikap biasa dan seolah tak mengerti apa yang terjadi. Tapi entah mengapa suatu hari tiba tiba kau malah mengirim sms padaku dan bertanya,

     "Apa ada yang ingin kamu ungkapkan kepadaku?"
saat itu aku merasa bingung, entah apa yang harus aku lakukan. akhirnya aku menjawab,
     "Oh tidak ada, memang kenapa?" jawabku
     "Sudahlah katakan saja, lebih baik kau mengatakannya. Daripada anak-anak terus memojokkan kita dan itu membuatku menjadi penasaran." paksamu padaku.
      Oh, Tuhan. aku tak habis pikir. Mengapa kau bicara begitu padaku. Apa karena anak-anak sudah memojokkan kita dan kau resah dengan semua ini?
     "Sudahlah, memang tidak ada apa-apa kok. Percuma aku mengatakannya, tak ada gunanya." jawabku sinis.
     "Ada gunanya, kan bisa menjadi kenangan waktu sekolah dan tahu kalau ada yang suka aku." jawabnya sombong.
     Oh tidak, saat seperti inilah yang tak aku suka. Ya di balik semua kelebihannya memang dia juga mempunyai kekurangan, tapi ya sudahlah.
     "Percuma saja aku memberitahukannya kepadamu." jawabku tak mengaku.
     "Ayolah beritahukan kepadaku." katamu memaksa lagi.
     Oh Tuhan, apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus mengaku? Aku ingin saja mengaku, tapi aku taku kalau dia sama seperti yang lain yang dulu pernah aku kenal. Menjauh! Ya aku takut dia menjauh! Tapi, baiklah mungkin aku akan mencoba (lagi) kali ini/
     "Ya aku suka kepadamu." jawabku tanpa berpikir panjang.
     Bodoh, bodoh, bodoh. Apa yang telah aku lakukan Tuhan.
     "Oh, ya sudah?"jawabnya singkat
     "Iya. Sudah puaskah anda membuat saya begini?" kataku sedih
     "Maaf, tapi aku memang tidak mengerti apa itu cinta. Jadi jangan terlalu berharap padaku." katamu.
     "Memang, siapa yang akan berharap lebih padamu?" kataku tak mau mengalah.
     "Oh syukurlah." jawabnya
     "Iya." kataku singkat.
                                                ***
          Entah Tuhan, tadi malam aku bermimpi apa. Sampai-sampai aku mengalami hal seprti ini. Memang ini sudah terbiasa bagiku, tapi kali ini berbeda. Kita teman satu kelas Tuhan. Lalu apa yang akan terjadi besok setelah kita mengalami hal seperti ini? Apa akan menjadi teman seperti biasa? Atau malah menjauh satu sama lain? Semoga tidak.




Rabu, 16 Januari 2013

Tak Tahu~

Tuhan akankah semua begini?
Akankah semua berakhir dengan tangis?
Apa salahku Tuhan, semua menjadi begini?
Apa salah jika kita bersama?
Apa salah jika kita berdekatan?

Jika memang itu salah,
Mengapa Kau mempertemukan kami?
Mengapa Engkau biarkan rasa ini?
Ingin ku tegas!
Tegas pada dirinya maupun diriku sendiri.

Tak ingin rasanya aku jatuh.
Tak ingin rasanya air mata ini mengalir dipipi.
Lalu apa yang harus aku lakukan Tuhan?
Apa masih ada jalan keluar bagiku?

Ingin rasanya ku tutup mata ini sejenak.
Berharap semua ini hilang seketika.
Namun yang terjadi malah berbeda.
Saat ku coba membuka mata, semua malah menjadi kacau.

Oh, Tuhan.
Inikah yang namanya rintangan kehidupan?
Inikah yang namanya lika-liku kehidupan?
Jika benar adanya berilah aku kekuatan.
Beri aku pengharapan.
Tuntun aku ke jalan-Mu Tuhan.
Agar aku tak salah arah dan bisa mejalani semua ini dengan tegar.